Samson Mow Menguak: Ini Dia 'Pengendali Rahasia' Harga Bitcoin, Bukan Halving atau ETF!

Samson Mow Menguak: Ini Dia 'Pengendali Rahasia' Harga Bitcoin, Bukan Halving atau ETF!

Samson Mow, CEO Jan3, berpendapat bahwa faktor utama yang mendorong harga Bitcoin bukanlah narasi umum seperti halving atau persetujuan ETF, melainkan likuiditas fiat global dan dinamika kekuatan Dolar AS.

Ari Pratama Ari Pratama
2026-Feb-07 8 min Read
Setiap fluktuasi harga Bitcoin selalu memicu spekulasi dan analisis mendalam. Apakah karena adopsi institusional? Peristiwa halving yang dinanti? Atau mungkin manuver para paus (whale) yang tak terduga? Di tengah hiruk-pikuk narasi yang beredar, seorang tokoh berpengaruh di dunia Bitcoin, Samson Mow – CEO Jan3 dan arsitek strategi adopsi Bitcoin di El Salvador – tampil dengan pandangan yang berani dan mungkin kontroversial. Mow berpendapat bahwa sebagian besar faktor yang sering disebut-sebut sebagai pendorong utama harga Bitcoin hanyalah 'red herring' atau pengalih perhatian. Menurutnya, ada kekuatan yang jauh lebih fundamental dan makroekonomi yang sebenarnya menentukan pergerakan raja aset digital ini: likuiditas fiat global dan dinamika Dolar AS.

Mengurai Narasi Populer: Mengapa Mow Tak Sepakat?



Bagi banyak investor dan pengamat pasar, Bitcoin Halving adalah sebuah momen sakral yang secara historis selalu diikuti oleh kenaikan harga signifikan. Peristiwa ini, yang mengurangi separuh imbalan bagi penambang Bitcoin, secara inheren menciptakan kelangkaan pasokan yang secara teori harus mendorong harga naik. Begitu pula dengan persetujuan ETF Bitcoin spot di AS pada awal tahun 2024 yang diharapkan membawa gelombang adopsi institusional dan aliran dana segar yang tak terbendung ke ekosistem Bitcoin. Tak jarang, narasi tentang 'paus' yang mengakumulasi atau mendistribusikan Bitcoin juga menjadi fokus utama analisis pergerakan harga harian.

Namun, Samson Mow mengajak kita untuk melihat lebih jauh. Ia menyebut narasi-narasi ini sebagai 'red herring' – isu-isu yang mengalihkan perhatian dari pendorong sejati. Mow berargumen bahwa meskipun halving mengurangi pasokan dan ETF membuka pintu bagi investor baru, efeknya terhadap harga Bitcoin tidak akan signifikan jika tidak didukung oleh kondisi makroekonomi yang tepat. Adopsi institusional, menurutnya, adalah sebuah konsekuensi dari kondisi likuiditas yang melimpah, bukan penyebab utamanya. Dengan kata lain, jika tidak ada uang tunai fiat yang cukup di sistem keuangan global, bahkan berita terbesar sekalipun mungkin hanya menghasilkan efek yang terbatas pada harga Bitcoin. Ia mengklaim bahwa kepercayaan pada narasi-narasi ini bisa membuat investor kehilangan gambaran besar, yaitu kekuatan yang jauh lebih mendasar yang menggerakkan pasar global.

Kekuatan Tersembunyi: Likuiditas Fiat Global dan Dolar AS



Lalu, apa sebenarnya faktor fundamental yang menurut Samson Mow mengendalikan harga Bitcoin? Jawabannya terletak pada dinamika likuiditas fiat global, terutama yang berkaitan dengan Dolar AS. Mow menjelaskan bahwa saat bank sentral di seluruh dunia menerapkan kebijakan moneter longgar – mencetak lebih banyak uang, menjaga suku bunga rendah, dan menyuntikkan likuiditas ke pasar melalui pembelian obligasi atau program stimulus – secara otomatis akan ada lebih banyak uang 'mengambang' yang mencari tempat untuk berinvestasi. Dalam kondisi seperti ini, aset-aset berisiko tinggi seperti Bitcoin menjadi sangat menarik karena menawarkan potensi pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan aset tradisional yang pendapatannya rendah.

Sebaliknya, ketika likuiditas mengetat, Dolar AS menguat, dan suku bunga meningkat (seperti yang dilakukan Federal Reserve AS dalam upaya memerangi inflasi), investor cenderung menarik modal dari aset berisiko dan beralih ke aset yang lebih aman, atau bahkan hanya memegang Dolar AS yang sedang perkasa. Dolar AS berfungsi sebagai cadangan nilai global, dan kekuatannya seringkali berkorelasi terbalik dengan harga Bitcoin. Dolar yang kuat berarti kondisi ekonomi global sedang tidak pasti, memicu pelarian ke kualitas (flight to quality) yang menguntungkan Dolar dan merugikan aset berisiko. Sebaliknya, pelemahan Dolar seringkali menandakan kepercayaan terhadap pertumbuhan ekonomi global dan keinginan untuk mengambil risiko lebih tinggi, yang pada gilirannya mendorong permintaan Bitcoin. Ini adalah siklus ekonomi makro yang telah berulang selama bertahun-tahun, dan menurut Mow, Bitcoin tidak terkecuali dari pengaruhnya.

Memahami 'Musim Bitcoin' ala Samson Mow



Mow tidak hanya menunjuk pada likuiditas fiat sebagai faktor utama, tetapi juga memperkenalkan konsep 'Musim Bitcoin' (Bitcoin Season). Berbeda dengan pandangan umum yang mengaitkan 'musim' ini dengan peristiwa internal Bitcoin seperti halving yang terjadi setiap empat tahun, Mow melihat 'Musim Bitcoin' sebagai periode di mana likuiditas fiat global membanjiri sistem dan Dolar AS cenderung melemah. Ini adalah saat di mana uang tunai yang melimpah mencari rumah baru di luar aset tradisional yang menghasilkan pengembalian rendah.

Dalam kondisi seperti itu, pasar modal tradisional seringkali mencapai puncak dan menjadi jenuh, dan kemudian, secara alami, sebagian dari modal tersebut akan mengalir ke aset berisiko tinggi seperti Bitcoin yang menawarkan potensi keuntungan lebih besar. Ia berpendapat bahwa kenaikan harga Bitcoin yang kita saksikan setelah halving di masa lalu bukanlah semata-mata karena halving itu sendiri, melainkan karena kebetulan bertepatan dengan periode likuiditas fiat global yang tinggi dan kebijakan moneter yang akomodatif. Dengan kata lain, halving mungkin adalah sebuah katalis yang membantu memperkuat narasi kenaikan, tetapi likuiditas fiat adalah bahan bakar utamanya yang memungkinkan kenaikan itu terjadi. Tanpa bahan bakar ini, narasi, betapapun kuatnya, mungkin hanya akan menghasilkan percikan kecil, bukan api besar.

Implikasi Bagi Investor Bitcoin



Jika analisis Samson Mow akurat, maka ada implikasi signifikan bagi cara investor Bitcoin seharusnya mendekati pasar. Daripada terobsesi dengan hitungan mundur halving, rumor ETF, atau pergerakan volume perdagangan harian, investor didorong untuk mengangkat pandangan mereka ke level makroekonomi. Memantau kebijakan bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS, pergerakan indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, serta indikator likuiditas global menjadi jauh lebih krusial.

Perubahan dalam narasi bank sentral dari kebijakan pengetatan moneter menjadi pelonggaran, atau sinyal pelemahan Dolar AS, mungkin merupakan pertanda yang jauh lebih kuat untuk potensi kenaikan harga Bitcoin daripada sekadar berita positif tentang adopsi atau peluncuran produk baru. Ini berarti bahwa keberhasilan investasi Bitcoin tidak hanya membutuhkan pemahaman tentang teknologi blockchain dan dinamika pasar kripto, tetapi juga pemahaman mendalam tentang ekonomi makro global dan bagaimana pergerakan modal fiat secara fundamental membentuk lanskap aset berisiko.

Kesimpulan



Pandangan Samson Mow yang menyajikan likuiditas fiat global dan kekuatan Dolar AS sebagai pendorong utama harga Bitcoin menawarkan perspektif segar yang menantang banyak keyakinan konvensional. Ini adalah sebuah pengingat bahwa bahkan di dunia aset digital yang inovatif sekalipun, dinamika ekonomi makro global tetap memegang peranan sentral. Mungkin sudah saatnya kita mengalihkan fokus dari 'red herring' yang mengalihkan perhatian dan mulai menggali lebih dalam pada dasar-dasar ekonomi yang membentuk pasar secara keseluruhan. Dengan memahami kekuatan tersembunyi ini, investor mungkin bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dan berpotensi meraih keuntungan di pasar kripto yang selalu dinamis dan penuh kejutan.

Apa pendapat Anda? Apakah narasi tentang halving dan ETF benar-benar hanya pengalih perhatian, ataukah mereka memiliki peran yang lebih besar? Bagikan pemikiran Anda di kolom komentar di bawah dan mari kita diskusikan lebih lanjut! Jangan ragu untuk membagikan artikel ini kepada sesama penggemar Bitcoin untuk memperkaya diskusi.

Comments

Integrate your provider (e.g., Disqus, Giscus) here.

Related articles

Tetap Terhubung dengan Kami!

Berlangganan newsletter kami dan dapatkan informasi terbaru, tips ahli, serta wawasan menarik langsung di kotak masuk email Anda.

Dengan berlangganan, Anda setuju dengan syarat dan ketentuan kami.